top of page

Tujuan Belajar Anak Bukan untuk Sekadar Bisa, tapi untuk Bertumbuh.

Diperbarui: 4 hari yang lalu

Belajar bagi anak bukan tentang seberapa cepat dia bisa atau tahu, melainkan bagaimana ia bertumbuh sebagai orang yang mau belajar sepanjang hidupnya (lifelong learner).


Di dunia yang terus berubah, kemampuan yang paling penting bukanlah hafalan namun:

  • rasa ingin tahunya

  • berani mencoba

  • menerima kegagalan

  • keinginan untuk terus belajar


Hal inilah yang menjadi arah utama kurikulum pendidikan saat ini, yaitu belajar sebagai proses berkelanjutan dan bukan pencapaian akademik sesaat.



Ketika tujuan belajar hanya berfokus pada hasil seperti nilai rapor, usia anak mampu calistung, anak bisa jadi terlihat "bisa", namun belum tentu siap atau mau untuk belajar.

Karena sejatinya, belajar yang sehat membangun:

  • rasa aman untuk bertanya tanpa takut salah

  • kepercayaan diri untuk mencoba tanpa takut gagal

  • kebiasaan berpikir dan bertanya, bukan sekedar meniru tanpa menyaring


Anak yang tumbuh dengan cara ini akan membawa satu modal hidup yang penting kemanapun ia melangkah, yaitu kemauan untuk terus belajar, bahkan saat tidak diminta.

Terutama untuk anak-anak di usia dini.

Tujuan belajar anak usia dini bukanlah sekedar mengusai materi, namun membentuk sikap terhadap keinginan belajar itu sendiri.


Ketika belajar terasa aman, bermakna, dan menyenangkan, anak tidak hanya siap menghadapi jenjang pendidikan berikutnya. Ia juga siap menjadi pembelajar sepanjang hayat.

 
 
 

Komentar


bottom of page