Panduan Berdasarkan Usia
- Jelajah Ilmu Buana
- 6 hari yang lalu
- 2 menit membaca
Diperbarui: 4 hari yang lalu
Setiap usia anak memiliki kebutuhan belajar yang berbeda.
Mendampingi anak belajar tidak bisa disamaratakan, karena yang dibutuhkan anak usia 1 tahun tidak sama dengan anak usia 5 tahun.
Di bawah ini adalah panduan umum yang sesuai dengan usia anak agar orang tua bisa menemani belajar secara tepat.

Usia 0-2 Tahun: Rasa Aman dan Eksplorasi Sensorik
Pada usia ini, belajar bukan tentang mengenal huruf atau angka, numerasi maupun literasi.
Cara belajar bayi adalah dengan:
meraba
menggenggam
mendengar suara
melihat warna dan kontras
Peran orang tua di sini adalah:
memastikan lingkungan aman
menemani tanpa mengarahkan
merespons suara dan ekspresi anak
Tidak perlu mengajar namun harus menjelaskan. Ingatlah bahwa dunia ini serba baru bagi mereka. Ketika orang tua responsif akan apa yang mereka lakukan sembari mengajak bicara dengan bahasa yang baik dan benar, penelitian menunjukkan bahwa kemampuan bahasa dan matematika secara otomatis akan berkembang lebih baik dibandingan anak sepantarannya. Rasa aman adalah fondasi belajar terpenting di tahap ini.
Tips:
Ketika bayi melihat obyek berbentuk hewan, baiknya orang tua mendsekripsikan secara bentuk, warna, tekstur, dan karakteristik lainnya.
Contohnya ketika bayi melihat warna kontras jerapah, orang tua bisa berkata "Ini jerapah. Warna jerapah adalah oranye dan coklat. Jerapah memiliki kaki empat. Jerapah biasanya tinggal di Afrika..." Jadi anak belajar numerasi, literasi dan pengetahuan dasar dalam satu kalimat itu.
Jangan gunakan bahasa bayi "mau mamam bubul?" kepada anak, tapi tetap gunakan bahasa yang baik dan benar "mau makan bubur?" karena bayi meski belum bisa bicara, mudah menyerap kosakata dan menirukannya di jenjang berikutnya.

Usia 2–4 Tahun: Rasa Ingin Tahu & Bahasa
Anak mulai banyak bertanya, meniru, dan bereksperimen. Ia belajar lewat:
bermain peran
mengulang kata
mencoba hal yang sama berkali-kali
Peran orang tua:
mendengarkan pertanyaan anak
memberi jawaban sederhana
mengajak bicara, bukan menguji
Jika anak belum tertarik membaca atau menulis, itu sangat wajar. Karena dalam tahap ini yang sedang tumbuh adalah bahasa dan pemahaman, bukan kemampuan calistung.

Usia 4–6 Tahun: Pola, Logika Awal, & Kemandirian
Di usia ini anak mulai:
mengenali pola
memahami sebab–akibat
menunjukkan minat spesifik
Peran orang tua:
memberi tantangan ringan
membiarkan anak mencoba sendiri
tidak buru-buru memperbaiki
Kesalahan adalah bagian dari belajar. Jadi ketika orang tua terlalu cepat membantu justru bisa mematikan kepercayaan diri anak.
Catatan Penting untuk Semua Usia
Panduan usia ini bukan merupakan patokan baku.
Perlu diperhatikan bahwa setiap anak berkembang dengan kecepatannya sendiri.
Perbedaan perkembangan, misalnya anak lebih cepat di satu area atau lebih lambat di area lain, sering kali masih dalam batas wajar.
Namun, bila orang tua merasa:
perbedaan yang muncul cukup jauh dibandingkan anak seusianya
anak tampak sangat kesulitan berfungsi dalam aktivitas sehari-hari
atau ada kekhawatiran yang masih mengganjal di hari dari waktu ke waktu
tidak ada salahnya untuk berkonsultasi dengan tenaga profesional, seperti dokter anak, psikolog, atau terapis perkembangan.
Pemeriksaan ke tenaga ahli bukan berarti ada masalah dengan si anak. Sering kali hal ini justru membantu orang tua memahami kebutuhan anak dengan lebih tepat dan memberi dukungan yang sesuai sejak dini.
Yang terpenting, anak tetap membutuhkan orang dewasa yang tenang, hadir, dan tidak memaksa dalam setiap tahap perkembangannya.



Komentar