top of page

Peran Orang Tua dalam Mendampingi Anak Belajar

Diperbarui: 3 hari yang lalu

Anak mulai belajar bukan berawal dari buku, namun dari rasa aman.

Rasa aman ini tidak datang bukan dari orang tua yang serba tahu, melainkan dari orang tua yang hadir.



Adapun untuk mendampingi anak belajar, orang tua tidak perlu memiliki kompetensi keguruan. Orang tua tidak perlu memahami metode pedagogi, urutan kurikulum, dapat menjelaskan semua hal, maupun selalu bisa menjawab pertanyaan anak.


Peran utama orang tua adalah: hadir.

Menemani anak saat dia penasaran akan sesuatu.

Menemani anak saat dia merasa bingung.

Menemani anak saat dia mencoba, gagal, lalu mencoba lagi.

Saat belajar terbaik anak adalah ketika dia merasa aman untuk bertanya, aman untuk salah, dan tidak diburu-buru.

Karena orang tua seharusnya berperan sebagai rekan eksplorasi dan bukan penguji.


Tidak apa-apa untuk tidak mengetahui jawabannya. "Kita coba cari tahu bareng, yuk."

Karena dari sinilah anak belajar bahwa:

  • Belajar adalah proses dan bukan tuntutan

  • Rasa ingin tahu adalah sesuatu yang berharga

  • Dunia itu aman untuk dijelajahi bersama orang yang ia percayai

Sehingga ketika orang tua hadir dengan tenang, tanpa memaksa, tanpa membandingkan, anak akan otomatis belajar bahwa belajar tidak semenakutkan itu.

Hal inilah menjadi fondasi kuat yang bisa kita berikan.


Konten ini disusun oleh praktisi pendidikan dengan latar belakang Magister Pendidikan Anak Usia Dini.

Ā 
Ā 
Ā 

Komentar


bottom of page